Jumat, Juni 14, 2024
BerandaBeritaKejadian Pencurian Balok Kayu Ulin di Tarakan Pelaku Dikeroyok

Kejadian Pencurian Balok Kayu Ulin di Tarakan Pelaku Dikeroyok

TARAKAN – Polres Tarakan, Dua orang pria diduga sebagai pelaku pencurian dua batang balok kayu ulin berlokasi di RT 1 Kelurahan Karang Anyar Pantai, Senin (3/6/2024). Kejadiannya sekitar pukul 21.00 WITA. Atas kejadian itu, warga sempat melakukan pengeroyokan menyebabkan dua pelaku mengalami luka.
Naasnya, pelaku kedapatan masyarakat dan dibawa langsung ke Ketua RT 31 Kelurahan Karang Anyar Pantai. Oleh Ketua RT 31, Sudirman menghubungi Polsek Tarakan Barat dan menyerahkan pelaku beserta barang bukti yang dicuri berupa balok kayu ulin sebanyak dua batang.

Kondisi saat diterima pihak KSPK AIPDA Aris Maulana, dua pelaku berinisial MH dan DC dalam kondisi luka pada alis sebelah kanan dan berdasar, juga kedaaan luka lebam dan bengkak pada bagian mata sebelah kiri.

Dikatakan Kapolsek Tarakan Barat, IPTU Sri Djayanti, langkah selanjutnya yang dilakukan kepolisian, membuat berita acara (BA) penyerahan tersangka dari Ketua RT 31 ke petugas polsek dimana dua tersangka diterima petugas dalam keadaan luka akibat terkena pukulan warga.

Kemudian, dalam hal ini pihak kepolisian juga sudah memanggil dan memeriksa saksi korban (FA) beralamat di Kelurahan Karang Anyar RT 1.
“Berdasarlam keterangan saksi membenarkan dua batang balok ulin miliknya telah diambil oleh dua org laki-laki yang tidak dikenalnya yang kemudian diamankan oleh masyarakat dan dibawa ke rumah Ketua RT 31 dan saksi melihat kedua tersangka dalam keadaan luka atas kejadian tersebut korban tidak keberatan dan tidak memperpanjang masalah pencurian tersebut karena kayu balok miliknya sudah kembali,” ujarnya.

Ia melanjutkan, untuk harga dua balok tersebut kurang lebih Rp 650 ribu. Begitu juga saksi dari Ketua RT juga sudah memberikan keterangan saksi membenarkan pada hari Senin 3 Juni 2024 sekitar pukul 20.30 WITA, warga telah mengamankan dua orang yang diduga pelaku pencurian 2 batang balok kayu ulin milik Hj. Fatmawati.

“Dalam hal ini, saat dua pelaku dibawa ke rumah pemilik kayu, sudah dalam keadaan terluka namun saksi tidak mengetahui siapa yang melakukan pemukulan karena pelaku diamankan di RT 23 yang jaraknya sekitar kurang lebih lima ratus meter dari rumah saksi dan saat itu banyak warga dari RT lain yang ikut mengamankan tersangka,” jelasnya.

Ia melanjutkan lagi, bahwa memang saksi lainnya berinisial FI sempat ikut melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku. Saksi menerangkan pada saat mengamankan pelaku di RT 23 lokasinya, sudah banyak sekali warga sekitar yang berdatangan dan tidak dikenalnya.

MH, saat itu mengakui bersama temannya DE dan selanjutnya saat melaksanakan aksinya ketahuan dan tertangkap oleh warga dan sempat dipukul oleh warga yang tidak dikenalinya. Sehingga pelaku mengalami luka pada alis sebelah kanan dan bibir.
“Sementara temannya berinisial DE mengalami luka memar dan bengkak pada mata sebelah kiri. Tersangka mengakui kesalahannya dan tidak keberatan atas pemukulan yang dilakukan warga masyarakat,” ujarnya.
Dalam hal ini pada perkara pencurian balok dan tersangka pencurian dikeroyok oleh massa sudah dilakukan penyelesaian secara kekeluargaan dengan membuat surat pernytaan kedua belah pihak dan membuat vidio permintaan maaf.

“Dalam kasus ini, pihak kepolisian tak bosan-bosannya mengimbau kepada masyarakat agar jika menemukan kasus pencurian ataupun kasus lainnya, pelaku yang ditangkap warga jangan main hakim sendiri, tapi langsung diserahkan ke RT untuk kemudian diserahkan cepat ke kepolisian atau memanggil Babinkamtibmas dan Babinsa setempat untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak aparat penegak hukum,” tukasnya.
Main hakim sendiri termasuk perbuatan yang melanggar hukum, Pelakunya bisa terkena pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan bila dilakukan secara bersama-sama dapat dikenakan pasal 170 KUHP tentang pengroyokan. (HumasResTrk).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments