Kamis, Februari 29, 2024
BerandaBeritaDari Persoalan Aktivitas Truk hingga Minta Diaktifkan Kembali Pos Polisi, Jemaat Gereja...

Dari Persoalan Aktivitas Truk hingga Minta Diaktifkan Kembali Pos Polisi, Jemaat Gereja Sampaikan Masukan dan Saran Dalam Kegiatan Minggu Kasih

TARAKAN – Polres Tarakan, Kegiatan Minggu Kasih bersama Kapolres Tarakan kembali dilaksanakan di Gereja Katolik St. Yosef berlokasi di Jalan Aki Pingka Kelurahan Juata Permai RT 2 Kota Tarakan, Minggu (11/2/2024).

Turut hadir dalam kegiatan di antaranya Bhabinkamtibmas Kelurahan Juata Permai, Babinsa Kelurahan Juata Permai, Pendeta Beny Projo bersama 50 jemaat gereja.

Sejumlah masukan, pertanyaan dan saran disampaikan para jemaah gereja. Di antaranya berkaitan dengan hari besar keagamaan diharapkan kondusivitas tetap terjaga saat ibadah berlangsung.
Kemudian berkaitan juga banyaknya masyarakat etnis melakukan tindak kriminal mabuk-mabukan salah satunya. Diharapkan ada tindak lanjut kepolisian.

Para jemaah dalam kegiatan Minggu Kasih juga menyampaikan usulan diaktifkannya kembali pos polisi yang berada di lampu merah yang berada di Kelurahan Juata Kerikil sebelah SDN 051.

Termasuk meminta kepada pihak kepolisian memberikan sosialisasi atau penekanan kepada anak sekolah di bawah umur yang menggunakan kendaraan bermotor dikarenakan ketika menggunakan kendaraan anak tersebut ugal-ugalan sehingga dapat membahayakan keselamatan pengedara lainnya.

Selain itu juga, adanya kendaraan pribadi yang parkir di badan jalan depan gereja yang dapat membuat jarak pandang pengendara lain menjadi berkurang sehingga menyebabkan banyaknya lakalantas dan meminta pihak kepolisian untuk menertibkan kendaraan-kendaraan tersebut untuk meminimalisir terjadinya lakalantas.

Juga ada saran agar truk kontainer milik perusahaan tidak beraktivitas di jam-jam padat aktivitas warga.

Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona TPP Siregar menyampaikan tanggapannya, pertama
ia menyampaikan terima kasih kepada pengurus gereja yang telah berkoordinasi dengan ormas-ormas yang ada untuk menambah kekuatan pengamanan.

“Perlu diketahui saat ini jumlah personel Polres Tarakan hanya sekitar 41persen maka dari itu dalam melakukan pengamanan kami menghitung skala prioritas gereja mana yang sangat membutuhkan untuk dilakukan pengamanan,” beber Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona TPP Siregar.

Selanjutnya, terkait aktivitas truk berjalan di jam aktivitas warga, perusahaan mempunyai amdalalin dalam setiap kegiatan yang bersangkutan dengan lingkungan dan setiap pembangunan tentu adanya dampak yang dirasakan oleh masyarakat.

“Maka dari itu kita perlu mendukung pembangunan perusahaan demi kemajuan kota Tarakan dalam bidang industri, dan untuk dilakukannya pengawalan truk kontainer tersebut kembali lagi kepada jumlah anggota dan kendaraan patwal kami juga terbatas tetapi akan kami lakukan analisis jalanan yang dilalui truk kontainer agar pengguna jalan lain juga nyaman dalam berkendara,” tegasnya.

Selanjutnya kata Kapolres Tarakan, berkaitan dengan pos polisi akan dikalkulasi kembali untuk anggota untuk ditempatkan ke pos-pos polisi yang ada di wilayah hukum Polres Tarakan.

“Jika jumlah anggota mencukupi namun apabila ada keluhan atau laporan masyarakat bisa langsung menghubungi nomor wa saya yang ada di spanduk spanduk pelayanan Polres Tarakan,” terangnya.

Kemudian mengenai anak sekolah yang mengendarai motor sendiri diperlukan peran aktif orang tua sebagai bentuk tanggung jawab dalam mendidik anaknya. “Saat ini Polres Tarakan memiliki program dari sat lantas Polres tarakan yaitu melakukan sosialisasi ke sekolah sekolah yang ada di kota tarakan,” jelasnya.

Kemudian berkaitan dengan banyaknya statmen mengarah pada salah satu etnis suka mabuk-mabukan, masyarakat harus bisa membedakan mana baik dan buruk dan dibutuhkannya peran aktif dari tokoh agama maupun adat untuk memberikan pencerahan sehingga penyakit masyarakat tersebut dapat diminimalisir.

“Mengenai pemilik kendaraan yang parkir di badan jalan depan gereja akan dilakukan teguran humanis kepada pemilik kendaraan agar tidak memarkirkan kendaraannya di badan jalan,” jelasnya.

Turut hadir wakapolsek Tarakan Utara, menambahkan, ia mengajak masyarakat untuk memerangi narkoba dan melaporkan kepada pihak kepolisian jika mendapatkan informasi mengenai narkoba. “Akan segera kami tindak sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Kasat Resnarkoba Polres Tarakan, IPTU Gian Evla Tama juga ikut memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bentuk narkotika serta dampak bagi pengguna narkotika adapun jenis jenis narkotika.Di antaranya sabu-sabu, ganja, ekstasi atau inex, bong dan alat isapnya.

“Saat ini Polres Tarakan mempunyai program Kampung bersinar yang mana terdapat pelayanan rehabilitasi dan dibiayai oleh pemkot,” tegasnya.

Kegiatan Minggu Kasih merupakan kegiatan serentak yang dilakukan oleh Polda beserta Jajaran Polres di seluruh Indonesia dalam menindaklanjuti Program Prioritas Bapak Kapolri.

Dengan diadakannya kegiatan Minggu Kasih diharapkan terwujudnya sinergitas antara pihak Kepolisian, tokoh – tokoh agama serta elemen – elemen masyarakat sehingga terwujudnya Situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif. (HumasResTrk)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments