Kamis, Februari 29, 2024
BerandaBeritaPria Berinisial FS Diamankan Unit PPA Polres Tarakan Terkait Kasus Pencabulan...

Pria Berinisial FS Diamankan Unit PPA Polres Tarakan Terkait Kasus Pencabulan Terhadap Anak di Bawah Umur”

TARAKAN, Polres Tarakan – Polda Kaltara, Kasus pencabulan yang mengejutkan terungkap setelah Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Tarakan menerima laporan terkait tindak pidana pencabulan yang terjadi pada anak dibawah umur, pada hari Minggu, 17 Desember 2023, di Gunung Lingkas RT 7 Kelurahan Gunung Lingkas, Kecamatan Tarakan Timur.

Pelaku yang berhasil diamankan adalah seorang pria berinisial FS (31 tahun, pekerjaan setabutan). Kejadian ini bermula dari laporan polisi dengan nomor LP/B/315/X|I/2023/SPKT.SATRESKRIM/POLRESTARAKAN/POLDA KALTARA.

Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona T.P.P. Siregar,S.H.,S.I.K melalui Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Randhya Sakhtika Putra,S.T.K.,S.I.K.,M.H jelaskan kronologis kejadian, awalnya pelaku “FS” (31) berkenalan dengan korban yang bernama MAWAR (nama korban disamarkan) yang masih berusia 14 tahun melalui media sosial instagram, dan ahkirnya keduanyapun membuat janji untuk saling bertemu, saat pertemuan tersebut, FS mengajak korban ke kos temannya yang berada di kampung enam, saat berada dikos tersebut, FS pun mengajak Korban untuk melakukan hubungan badan denga diiming-imingi sejumlah uang dan Handphone merk Iphone 11.” Ungkap Kasat Reskrim.

Ia juga mengungkapkan bahwa FS telah melakukan hubungan badan sebanyak dua kali dengan korban, dengan iming-iming yang sama, dan setiap kali usai berhubungan badan FS memberikan uang Rp. 100.000 kepada korban, namun hingga perbuatan FS tersebut diketahui oleh orang tua nya Iphone 11 yang dijanjikan FS belum di belum diberikan kepada korban.

Korban menceritakan apa yang dialaminya kepada temannya, lalu teman korban menceritakan hal tersebut kepada kakak korban sehingga pada hari minggu 17 desember 2023 sekira pukul 16.00 wita, Pelapor kemudian bertanya kepada korban apakah korban mengenal terlapor.

Korban menjelaskan bahwa mereka sudah berhubungan badan dan terlapor telah menjanjikan sejumlah uang dan satu unit handphone merk iPhone 11 sebagai imbalan.

Pelapor kaget mendengar penjelasan tersebut, merasa keberatan, sehingga pada tanggal 18 desember keluarga korban membawa terlapor ke mako polres tarakan untuk diproses lebih lanjut.

Barang Bukti yang Diamankan, Pihak kepolisian baju yang dikenakan oleh korban.

Atas perbuatannya Pelaku akan dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) Jo Pasal 760 Subs Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76E Undang-undang No. 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-undang No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang. Ancaman hukuman yang dihadapi oleh pelaku adalah kurungan penjara paling lama 15 tahun.

Himbauan kepada orang tua untuk mendidik anak agar tidak melakukan hubungan badan sebelum menikah adalah langkah penting dalam membentuk nilai-nilai dan perilaku positif pada generasi muda. himbauan yang dapat diberikan, mulai dari keagamaan atau spiritualitas, ajarkan anak untuk memahami nilai-nilai tersebut dan bagaimana hal itu dapat membimbing mereka dalam membuat keputusan yang baik.

Ingatlah bahwa pendekatan yang penuh kasih, pengertian, dan dukungan akan lebih efektif daripada pendekatan otoriter atau menakut-nakuti. Selain itu, selalu siap untuk menjawab pertanyaan anak dengan jujur dan memberikan dukungan ketika mereka mengalami kesulitan atau dilema.(HumasResTrk).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments