Kamis, Februari 29, 2024
BerandaBeritaMinggu Kasih diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat,...

Minggu Kasih diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat, demi menciptakan Situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kota Tarakan.

TARAKAN, Polres Tarakan – Polda Kaltara, Kegiatan Minggu Kasih adalah kegiatan rutin yang bertujuan mempererat silaturrahmi serta menampung saran, menyampaikan dan mendengar keluhan serta aspirasi masyarakat untuk memberikan rasa aman di Wilayah Hukum polres tarakan.

Bertempat di Gereja Pantekosta Serikat Di Indonesia Jemaat Filadelfia yang beralamatkan di Jalan Damai Bhakti RT 7 Kelurahan Karang Harapan, Kota Tarakan, Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P.Siregar, S.H.,S.I.K memimpin langsung Kegiatan Minggu Kasih.

Hadir Bersama Kapolres Tarakan, Pejabat Utama jajaran polres tarakan dan Pendeta Dina Sulle, serta 36 orang jemaat Gereja Pantekosta Serikat Di Indonesia Jemaat Filadelfia. Kegiatan ini menjadi bagian dari program serentak yang dilakukan oleh Polda beserta Jajaran Polres di seluruh Indonesia, sebagai tindak lanjut Program Prioritas Kapolri sebagai upaya untuk mempererat silaturrahmi serta menampung saran, menyampaikan dan mendengar keluhan serta aspirasi masyarakat khususnya terkait pelayanan Kepolisian.

Pada kesempatan tersebut, Yulius Abas mengapresiasi kehadiran kepolisian. Namun, dia juga menyampaikan keprihatinannya terkait pemadaman listrik selama ibadah dan adanya kegiatan lembaga negara yang berlangsung pada jam ibadah. Selain itu, Yulius Abas memberikan sorotan kritik terhadap kinerja Polri di media sosial.

“bagaimana Polisi menanggapi kritik yang tertuju pada kinerja Polri dan Saya sering mendapati kritik terhadap Polri dimedia sosial dengan # Percuma Lapor Polisi, bagaimana polisi menghilangkan stigma tersebut” kata yulius

Kapolres Tarakan menjawab dengan mengungkapkan alasan pribadinya menjadi polisi dan menghargai masukan serta kritik yang diberikan. Dia menjelaskan bahwa kondisi personel Polres Tarakan saat ini kurang dari 50 persen, sedangkan laporan pencurian yang masuk setiap hari mencapai 10 hingga 20 kasus. Kapolres menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menciptakan rasa aman dengan saling peduli dan meningkatkan kewaspadaan.

“Bagaimana menghapus stigma itu caranya mari kita sama – sama meningkatkan kewaspadaan dan adanya rasa saling peduli antar sesama dengan adanya kepedulian masyarakat agar tidak terjadinya hal hal tidak diinginkan karena tindak kejahatan itu terjadi adanya niat dan kesemptan oleh karena itu bagaimana caranya kita hilangkan niat dan kesempatan itu agar tidak terjadi yang namanya tindak kejahatan”ungkap kapolres tarakan

“terkait penegakkan hukum yang sudah dilakukan polres tarakan, Untuk saat ini jumlah tahanan di Lapas itu 316 persen artinya penegakan hukum sudah meningkat di tarakan artinya pihak kepolisian sudah melakukan penegakkan hukum dan artinya laporan yang masuk sudah banyak dilakukan pengungkapan,”jelas kapolres tarakan.

Terkait pemadaman listrik diwaktu ibadah Akan kami teruskan ke PLN instansi terkait dan tekait adanya kegiatan Lembaga Negara di waktu ibadah saya rasa perlunya kebijaksanaan kita dalam menyikapi nya bukan saya membedakan minor dan yang mayor, saya juga umat Kristiani tetapi bagaimana cara saya menyikapi hal tersebut yaitu jika ada kegiatan di hari ibadah maka saya akan tetap hadir dan jika memang kegiatan tersebut pagi hari maka saya akan mengambil ibadah pada malam hari.” Jelas kapolres

Dalam sesi selanjutnya, Bpk. Daniel Parisa mengajukan pertanyaan mengenai kasus penipuan yang mengaku sebagai kepolisian.

Kapolres menanggapi dengan mengakui bahwa modus penipuan semakin berkembang, dan pihak kepolisian terus memberikan himbauan agar masyarakat lebih waspada. Dia menekankan pentingnya tidak panik dan segera melaporkan kejadian serupa dapat langsung menghubungi nomor pengaduan kapolres tarakan.

Kegiatan Minggu Kasih di Gereja Pantekosta Serikat Di Indonesia Jemaat Filadelfia diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat, demi menciptakan Situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kota Tarakan. Kegiatan tersebut berakhir pada pukul 10.15 Wita dengan situasi yang aman dan lancar.(HumasResTrk).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments