Minggu, Juli 14, 2024
BerandaBeritaPolres Tarakan: Antisipasi Balap Liar Saat Ibadah Jum'at

Polres Tarakan: Antisipasi Balap Liar Saat Ibadah Jum’at

TARAKAN, Polda Kaltara – Polres Tarakan – Hari Minggu, 1 Oktober 2023, menjadi momen bersejarah di Gereja Kristen Pemancar Injil Jemaat Tarakan yang terletak di Jl. Diponegoro, Kota Tarakan. Kegiatan Minggu Kasih, yang merupakan bagian dari program prioritas Kepolisian Republik Indonesia, digelar di gereja ini dengan tujuan untuk membangun sinergi antara aparat kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kota Tarakan.

Dalam kegiatan tersebut, hadir sejumlah tokoh penting dari Polres Tarakan, antara lain Kabag Ops Polres Tarakan, Kasat Intelkam Polres Tarakan, Kasat Reskrim Polres Tarakan, Kasat Polirud Polres Tarakan, Kasat Binmas Polres Tarakan, Kapolsek Tarakan Timur, Kasi Propam Polres Tarakan, KBO Sat Lantas Polres Tarakan, KBO Sat Binmas Polres Tarakan, KBO Sat Samapta Polres Tarakan, Bhabinkamtibmas Kel. Pamusian, serta personil Polres Tarakan. Juga hadir Pdt. Ari Happy Sary dan Pdt. Raimon Salmon, yang mewakili komunitas gereja, serta 26 jemaat gereja.

Beberapa penyampaian dari masyarakat dalam kegiatan ini mencakup beragam isu yang relevan untuk Kota Tarakan:

  1. Bpk Riri mengucapkan terima kasih kepada kepolisian atas pelaksanaan Minggu Kasih dan berharap kegiatan serupa bisa rutin diadakan di berbagai rumah ibadah.
  2. Ibu Julai Elsi mengungkapkan kekhawatirannya terkait kemacetan lalu lintas saat jemaat keluar dari gereja dan berharap adanya pengaturan lalu lintas oleh petugas kepolisian. Ia juga menyoroti balap liar yang masih marak, terutama saat umat Muslim melakukan ibadah Jum’at.
  3. Yahya bertanya apakah ada keringanan pembayaran pajak STNK dan BPKB bagi pensiunan.
  4. Dicky mencurahkan kebingungannya terkait dilarangnya sebuah gereja digunakan untuk beribadah dan meminta tanggapan dari kepolisian.
  5. Ibu Riska membicarakan pelecehan verbal yang sering dialami oleh perempuan dan kesulitan melaporkannya tanpa bukti.
  6. Ibu Mariani menyoroti kondisi penjara dan pertanyaan tentang permintaan dana setelah mencabut laporan KDRT.
  7. Yulius Yunus mengungkapkan pengalamannya saat melaporkan kasus penganiayaan dan pertanyaan tentang petugas yang merokok saat menerima laporan.

Penyampaian dari pihak Polres Tarakan juga sangat berarti:

  1. Kasar Binmas menjelaskan tujuan kegiatan Minggu Kasih adalah untuk membangun hubungan baik antara polisi dan masyarakat serta mendengarkan keluhan masyarakat.
  2. KBO Sat Lantas menanggapi masalah kemacetan lalu lintas dan balap liar dengan tindakan pengaturan lalu lintas dan patroli.
  3. KBO Sat Sampata mengumumkan pembentukan tim patmor untuk mengatasi balapan liar dan pembatasan ruang besuk tahanan untuk menghindari barang-barang terlarang masuk.
  4. Kasat Intelkam memberikan klarifikasi mengenai kasus gereja yang dilarang digunakan dan upaya penyelesaiannya.
  5. Kabag Ops Polres Tarakan menyatakan komitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
  6. Kasat Reskrim memberikan informasi mengenai pelaporan pelecehan verbal, pencabutan laporan KDRT, dan tindakan terhadap suami yang melakukan KDRT.
  7. Kapolsek Tarakan Timur mengingatkan masyarakat untuk melaporkan ketidakpuasan terhadap pelayanan polisi kepada fungsi pengawasan.

Kegiatan Minggu Kasih ini berakhir dengan aman dan lancar pada pukul 13.10 Wita. Diharapkan, sinergi antara masyarakat dan kepolisian akan membantu menciptakan lingkungan Kota Tarakan yang lebih aman dan kondusif.

Sebagai informasi bahwa Polda Kaltara memiliki 5 satuan kewilayahan meliputi Polresta Bulungan, Polres Tarakan, Polres Malinau, Polres Nunukan, Polres Tana Tidung. (Cs)

 

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments