Jumat, Februari 23, 2024
BerandaBeritaApel Gelar Pasukan Ops Ketupat 2023 Serentak Dilaksanakan, Polres Tarakan Siapkan Dua...

Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat 2023 Serentak Dilaksanakan, Polres Tarakan Siapkan Dua Pos Pengamanan dan Empat Pos Pelayanan

TARAKAN – Kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2023 secara serentak di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat Mabes Polri hingga satuan kewilayahan.
Begitu juga di Polres Tarakan, kegiatan apel dipimpin langsung Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., yang menjadi pimpinan pada Apel gelar pasukan Operasi Ketupat Kayan tahun 2023 yang dilaksanakan di Mapolres Tarakan pada Senin, 17 April 2023.
Adapun gelar pasukan ini diikuti oleh unsur kepolisian, unsur perhubungan, TNI, instansi vertikal, unsur perangkat daerah, para mitra kerja Polri, termasuk para pelajar pramuka yang diikutkan dalam Ops Kayan tahun ini.
Dalam sambutan Kapolri yang dibacakan Wali Kota Tarakan, disampaikan bahwa operasi yang rutin diselenggarakan pada tahun ini dilaksanakan mulai 17 April sampai 1 Mei 2023.
Apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2023. Kegiatan ini juga merupakan wujud nyata sinergisitas Polri dengan stakeholder terkait dalam rangka mengamankan mudik dan perayaan hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah.
Dalam sambutan Kapolri Jenderal Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si yang dibacakan Wali Kota Tarakan menyampaikan kerja keras bersama pada pengamanan mudik lebaran tahun lalu mendapatkan apresiasi dari masyarakat.
Berdasarkan Survei Indikator periode 5 Mei 2022 sampai 10 Mei 2022, terdapat 73,8 persen masyarakat merasa puas atas kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan dan penanganan arus mudik tahun 2022.
Penilaian positif tersebut harus menjadi pemacu semangat, sehingga pengamanan mudik tahun 2023 mampu dilaksanakan lebih baik. Terlebih lagi kata Kapolri, Kemenhub RI memperkirakan potensi pergerakan masyarakat akan mengalami peningkatan dari 85,5 juta orang pada tahun 2022, menjadi 123,8 juta orang pada tahun 2023 atau meningkat 44,8 persen.
“Berkaitan dengan hal tersebut Presiden Joko Widodo menekankan bahwa, ‘Hati- hati, tahun ini ada lompatan besar masyarakat yang mudik. Dari 86 juta ke 123 juta dari survei. Artinya ada kenaikan kurang lebih 45 persen. Ini harus dihitung dan dikalkulasi dengan baik’. Oleh sebab itu, Polri bersama stakeholder terkait berkomitmen untuk melaksanakan pengamanan secara lebih optimal,” ungkap Kapolri Jenderal Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si yang dibacakan oleh Wali Kota Tarakan, dr.H.Khairul,M.Kes.
Adapun wujud pengamanan optimal melalui Operasi Terpusat dengan sandi “Ketupat 2023” selama
14 hari dimulai pada 18 April 2023 sampai 1 Mei 2023. Operasi ini lanjut Kapolri, telah diawali dengan KRYD tanggal 10 April 2023 sampai 16 April 2023 dan akan dilanjutkan pasca operasi tanggal 2 Mei 2023 sampai 9 Mei 2023.
“Operasi Ketupat 2023 melibatkan 148.261 personel gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Kementerian terkait, BNPB, BMKG, Basarnas, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka dan Mitra Kamtibmas lainnya,” lanjut Kapolri dalam sambutannya.
Berbagai langkah dalam Operasi Ketupat 2023 diharapkan mampu berjalan dengan baik, sehingga diharapkan dapat memastikan kelancaran hari raya Idul Fitri 1444 H, serta mewujudkan “Mudik yang Aman dan Berkesan” begitu pula pada saat arus balik.
“Karena itu, terdapat beberapa penekanan untuk dipedomani dan dilaksanakan. Pertama, laksanakan tugas dengan sungguh- sungguh dan tanamkan dalam diri bahwa melakukan pengamanan dalam Operasi Ketupat 2023 adalah sebuah kehormatan, sekaligus ladang amal ibadah bagi kita semua,” terangnya.
Kedua, ke depankan langkah-langkah humanis, terapkan buddy system dan pedomani SOP, agar dapat memberikan pelayanan terbaik dengan ”Presisi” sebagaimana harapan masyarakat.
Ketiga, pastikan ketersediaan perlengkapan pribadi, sarpras dan berbagai fasilitas penunjang lainnya pada setiap pos pengamanan, pos pelayanan, maupun pos terpadu, sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas secara optimal.
Keempat, berbagai langkah-langkah yang dilakukan pada pengamanan arus mudik juga harus diterapkan pada arus balik, sehingga kita mampu mengawal perjalanan mudik dari keberangkatan hingga kepulangan, agar masyarakat mendapatkan kegembiraan bertemu sanak saudara dan bisa kembali dengan selamat.
“Kelima, pastikan informasi terkait kebijakan dan perkembangan situasi lalu lintas terkini tersampaikan dengan baik melalui iklan layanan masyarakat,” tukasnya.
Sementara itu Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar, S.I.K., S.H turut mengungkapkan untuk tahun ini, pihaknya akan bekerja sama dengan satuan TNI, Satkamling, Pamswakarsa dan lain sebagainya. Terdapat 6 posko yang dibangun, 2 di antaranya adalah Pospam yang berada di Gusher dan Pantai Amal.
Selanjutnya, empat pos lainnya adalah pos pelayanan yang berada di Pelabuhan SDF (Tengkayu I), Malundung, Feri Juata, dan Bandara Juwata.
“Bagi masyarakat yang mengalami permasalahan-permasalahan berkaitan dengan tugas dan wewenang kepolisian, informasi-informasi yang mereka butuhkan silahkan datang ke Pospam dan Posyan yang kita gelar,” urai Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar, S.I.K., S.H.

Lebih lanjut kata Kapolres, meskipun karakter pemudik di Kalimantan Utara berbeda dengan yang ada di pulau Jawa, dimana pemudik melewati jalan tol dan lain sebagainya, disini titik hubungannya pada saat crossing perjalanan ada di Tarakan, dimana pemudik dari Bulungan yang akan ke Nunukan, dan daerah lainnya harus transit ke Tarakan terlebih dahulu, sehingga penguatan pengamanan juga di lakukan di pelabuhan Tengkayu Satu Kota Tarakan.
“Termasuk juga di penerbangan, karena warga dari luar Tarakan yang akan menuju ke Jawa maupun Sulawesi harus melalui Bandara Juwata Tarakan, maka kawasan ini juga menjadi atensi untuk peningkatan pengamanan,” urainya.
Yang tidak kalah pentingnya kata Kapolres Tarakan, dalam Operasi Ketupat Kayan 2023 ini, polisi juga melakukan antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap rumah-rumah yang kosong karena ditinggal mudik.
“Kami imbau kepada masyarakat, tolong laporkan ke lingkungan sekitar untuk dilakukan pantauan. Beberapa waktu lalu kami sudah rapat dengan pak wali dan Dandim untuk penguatan Satkampling, kalau dulu Siskampling. Sehingga pada saat ditinggal mudik atau bepergian bersilaturahmi lingkungan akan terjaga, dan kami akan ikut patroli bersama-sama dengan rekan-rekan dari TNI,” bebernya.
Ia menambahkan, untuk melakukan operasi ini, jumlah personel yang ada di dalam SPRIN ada 96 orang sesuai dengan anggaran yang tersedia, tetapi seluruh personel yang ada di Polres Tarakan akan ikut mendukung kegiatan operasi tersebut.
Kemarin juga lanjut Kapolres Tarakan sudah melakukan simulasi dengan seluruh anggota ada sekitar 300 orang, tetapi yang terlibat dalam SPRIN Operasi Ketupat Kayan 2023 ini ada 96 orang.
“ Oleh karena itu, saat rumah ditinggalkan kosong maka lapor ke tetangga dan Ketua RT, ada Babinkamtibmas sehingga senantiasa di backup TNI/Polri untuk dilakukan potroli pengamanan,” tukasnya (HumasResTrk)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments